Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Festival Anak Shalih

Batu Sopang News - Putera-puteri dari batu sopang kembali menorehkan presrasi di Festival Anak Shaleh atau Fasih, dari 8 lomba yang diikuti 6 diantaranya masuk final, bahkan kaligrafi Putra yang merupakan santri Pondok Pesantren Darussalam Batu Kajang akan mewakili Kab. Paser ke bulungan untuk bersaing dengan peserta dari kabupaten lain di kaltim, Santri tersebut yang bernama lengkap Ahmad Rifani berhasil menjadi yang terbaik pada lomba tersebut yang juga merupakan anak bimbingan dari H. Gusti M. Sirry.
Sementara di bagian puteri berhasil menjadi juara kedua, Rizka Aulia yang merupakan siswi MTs Fathurrahman Batu Sopang juga dibimbing oleh H. Gusti M. Sirry yang pernah membawakan Kab. Paser di MTQ tingkat Provinsi.
Sementara di cabang Tilawah Qari M. Khairi Ramadhan keluar sebagai juara kedua dan Qariah Rizka sabilah sebagai Juara ketiga, di bidang Tartil, Tratilah Tiara Zamroni juara kedua dan cabang Pidato Nor Syifa Nilsa Aulia juara ketiga.
Jamilah yang merupakan pegawai KUA Batu Sopang yang ikut mendampingi langsung peserta pada lomba tersebut  merasa sangat senang dengan hasil lomba dan berharap pada lomba berikutnya bisa meraih juara yang lebih baik.

Rabu, 13 November 2013

Camat Batu Sopang Terbaik Se-Kaltim

image

Abdul Kadir, Camat Terbaik se-Kaltim
Berbagai prestasi individu, kelompok dan organisasi lingkup Kabupaten Paser berhasil membuahkan penghargaan dari Pemprov Kaltim pada Malam Anugerah Kaltim Award di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Kamis 10 Januari malam. Prestasi tersebut antara lain 5 penghargaan terbaik I, 3 terbaik II, 2 terbaik III, 2 terbaik V, juga 1 penghargaan harapan.

Penghargaan terbaik I diraih Camat Batu Sopang Drs Abdul Kadir MSi pada kategori camat berprestasi, kemudian petugas inseminator Puskeswan Long Ikis Gunaryo SP, Posyandu Mawar Melati Desa Padang Pengrapat, Kelompok Peternak Sapi Potong ‘Wonosari Manunggal’ Desa Suatang Bulu, serta BPP Kecamatan Pasir Belengkong.
Gubernur Kaltim DR H Awang Faroek Ishak menegaskan pemberian anugerah pada semua kategori penghargaan Kaltim Award dilakukan oleh tim yang melakukan penilaian secara jujur dan objektif. “Semua penilaian telah melalui perdebatan sengit dengan mempertahankan argumentasi anggota tim penilai untuk menetapkan Individu/kelompok/organisasi maupun kabupaten/kota yang akan mendapatkan penghargaan. Ini merupakan hasil evaluasi yg jujur dan objektif,” ungkap Awang Faroek.
Penilaian yang dilakukan, menurut Awang juga melihat dari penilaian atas prestasi daerah di tingkat pusat. Dan itu mendapatkan penilaian yang cukup dominan dalam menetapkan peraih penghargaan. Ia berharap para penerima penghargaan dapat terus berkreasi dan berinovasi dalam pembangunan di daerah.
 “Semangat dari pemberian penghargaan ini hendaknya dapat dijadikan koreksi dan evaluasi terhadap apa yang dilakukan selama ini, sehingga dapat berbuat lebih baik lagi dimasa mendatang untuk pembangunan di Kaltim. Mari kita jadikan Kaltim sebagai daerah yang makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. Kita harus bekerja lebih keras lagi mewujudkannya. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan pembangunan,” katanya.
 Selain itu, sinergitas, komunikasi dan koordinasi antar pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, LSM dan masyarakat harus terus ditingkatkan, guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepada camat, Gubernur meminta untuk melakukan optimalisasi peran aparatur di tingkat kelurahan agar lebih peka dan terlibat dalam upaya mencegah dan mengantitisipasi konflik di masyarakat. “Camat memiliki tanggung jawab untuk mendeteksi secara dini, sekaligus menyelesaikan permasalahan sosial agar tidak berkembang menjadi lebih buruk serta mengupayakan pencegahan itu pada tingkat awal,” ungkapnya.
Menurutnya, para camat perlu meningkatkan wawasan dalam banyak hal, agar bisa bekerja lebih maksimal melayani masyarakat, khususnya menyangkut kordinasi dan komunikasi maupun terkait prosedur dan penerapan administrasi keuangan dan pemerintahan.
Selain itu, camat juga diminta menyukseskan program ketahanan pangan swasembada beras dan mendukung program food and rice estate juga program Kaltim Green di wilayah masing-masing. Sebagai wakil pemerintah yang memimpin wilayah kecamatan, camat menjadi ujung tombak suksesnya program ketahanan pangan, khususnya swasembada beras di daerah.
"Saya minta para camat membantu kinerja gubernur pada program food and rice estate di wilayahnya dengan memberikan laporan lahan yang tidak bermasalah atau tumpang tindih untuk pembangunan lumbung pangan nasional itu," tegas Awang.
Khusus kepada Camat Batu Sopang, Wakil Bupati HM Mardikansyah SH MAP didampingi Asisten Pemerintahan Sekkab Paser Drs H Heriansyah Idris MSi mengharapkan, kiranya prestasi yang telah direngkuh semakin meningkatkan efektivitas dan kinerjanya beserta jajaran aparatur kecamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Camat merupakan perpanjangan tangan Bupati dalam melayani masyarakat. Segala kegiatannya dituntut optimal dan maksimal. Kita harapkan prestasi terbaik se-Kaltim ini bisa dijadikan motivasi bagi camat-camat lainnya untuk memacu semangat kerjanya,” kata Wabup.
Heriansyah Idris menuturkan, penilaian camat dan lurah berprestasi Kabupaten Paser telah dilaksanakan sejak Mei 2012 serta dilakukan secara komprehensif dan ketat, sehingga camat atau lurah yang terpilih memiliki kompetensi tinggi. Terdapat beberapa kreteria penilaian dalam pemilihan camat dan lurah berprestasi, antara lain kepemimpinan, harmonisasi hubungan antara atasan dan bawahan, harmonisasi hubungan antara kecamatan dengan warga dan instansi lainnya.
“Prestasi ini adalah pencapaian yang cukup membanggakan. Karena kandidat dari kabupaten lainnya tentu cukup berat. Kita berharap agar penghargaan ini menjadi salah satu motivasi untuk memacu prestasi lebih tinggi. Utamanya lebih meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Heriansyah
Sumber : humas pro

Empat siswa MTs. Fathurrahman Masuk 10 Besar UN 2013 tingkat Provinsi (di bawah Naungan Kemenag)

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 telah dilaksanakan pada bulan April lalu,  paket soal sebanyak dua puluh satu dengan cadangan soal (satu paket), itulah usaha keras yang dilakukan Kementerian Pendidikan untuk meminimalisir adanya saling contek dengan sesama peserta Ujian Nasional ataupun Kunci Jawaban yang beredar di mana-mana.
Pada tanggal 1 Juni 2013 kemarin, Pengumuman hasil Ujian Nasional pun dilaksanakan di MTs Fathurrahman Batu Sopang, dari seluruh jumlah peserta Ujian Nasional tahun ini sebanayak 44  siswa semua dinyatakan Lulus.
Berikut 10 besar peraih hasil UN tertingi di MTs Fathurrahman Batu Sopang:
No
Nama
Total Hasil UN
1
Setiyo
33,15
2
Yeni Rahmawati
32,50
3
Raudatul Jannah
32,30
4
Susi Andayani
29,80
5
Widya Nurahman
27,05
6
Zahriatun Iqrimah
26,45
7
Kahairunnisa Azmi
26,35
8
Norhalimah
26,60
9
Misliyah
24,85
10
Rizki Awalia
24,45
Catatan : Total nilai di atas adalah Total nilai hasil UN (murni) tanpa gabungan dengan  Nilai Sekolah
Nilai tertinggi dari empat mata pelajaran, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Norhalimah pemain Ballyra Drum Band MTs Fathurrahman Batu Sopang dan Zahriatun Iqrimah Pemain Habsyi MTs Fathurrahman Batu Sopang menghasilkan nilai 9,20, sementara untuk Mata pelajaran Bahasa Inggris diraih oleh Yeni Rahmawati Pemain Ballyra Drum Band dan juga aktif di Volly Putri MTs Fathurrahman Batu Sopang dengan Nilai 9,20. Dan Khusus untuk Mata pelajaran Matematika dan IPA diborong oleh setiyo yang menjadi andalan Pemain Volli Putra MTs Fathurrahman Batu Sopang dengan nilai Matematika: 9,50 dan IPA: 8,25.
Atas nama Keluarga Besar MTs Fathurrahman Batu Sopang mengucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi yang berhasil menyelesaikan studynya di MTs Fathurrahman Batu Sopang khususnya kepada anak-anak kami yang berhasil meraih nilai tertinggi. (Sumber : BlogMTs)


SDN 013 Batu Sopang Sekolah Sehat Tingkat Kecamatan

Kepala SDN 013 Batu Sopang Supian Nor mengatakan Bank Sampah Mato Olo mengajak anak melestarikan lingkungan dan budaya hidup bersih. Dengan memperkenalkan cara memilah sampah, memisah sampah yang memiliki nilai ekonomis, sehingga volume sampah yang dibuang jadi berkurang.
"Kita sudah punya kebun sekolah, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk untuk tumbuhan yang kita tanam di kebun sekolah. Sedangkan sampah non organik, terutama yang masih punya nilai ekonomis, bisa kita jual dan menjadi tabungan masing-masing kelas," kata Supian Nor, Kamis (17/10/2013).
Sebagai salah satu sekolah model dalam program CSR PT Kideco Jaya Agung, lanjut Supian, kehadiran bank sampah di SDN 013 Batu Sopang dan kebun sekolah telah menambah sarana pendukung guna meraih predikat sekolah sehat di tingkat yang lebih tinggi.
"SDN 013 Batu Sopang berpredikat sekolah sehat tingkat kecamatan. Dengan tambahan dua sarana pendukung ini akan semakin memotivasi kita meraih prestasi yang lebih tinggi," ucapnya sambil menunjukkan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), kantin sekolah dan fasilitas lainnya yang semuanya terjaga kebersihannya.

Sumber : Tribunnews